Materi Mulok Pertanian

BERTANAM SIRSAK DI HALAMAN DAN DI POT

 

Tanaman sirsak tidak harus tumbuh di pekarangan yang luas. Sirsak juga dapat tumbuh di halaman yang relatif sempit. Sirsak dapat tumbuh dengan baik dari dataran rendah hingga ketinggian 1200 m dpl. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan utama menanam sirsak. Sirsak sebagai tanaman obat, daunnya lebih banyak dimanfaatkan daripada buahnya maka saat membudidayakannya, harus lebih mendorong tumbuhnya daun daripada buah.

 

  1. Syarat Tumbuh

Sirsak dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1200 m dpl. Tanaman ini menyukai iklim yang lembap dan hangat. Pertumbuhan dan pembungaannya akan terhambat jika udara terlalu dingin. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada musim ini, asalkan kelembapan yang tinggi belangsung selam periode pembentukan buah.

Jikia kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi. Sinar matahari yang diterima sebaiknya sekitar 50-60% saja. Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi bisa lebih maksimal jika tanah tempat tumbuhnya berupa tanah berpasir serta mengandung kapur dan bahan organik tinggi. Keasaman tanah yang sesuai untuk sirsak adalah pada pH 5,5 – 7,4. Kondisi drainase harus baik, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

  1. Memperbanyak Tanaman

Perbanyakan tanaman sirsak dapat dilakukan secara generatif (biji) atau vegetatif (cangkok, okulasi, dan sambung). Perbanyakan secara generatif dilakukan melalui penyemaian biji. Benih yang tumbuh dari biji ini dapat digunakan sebagai batang bawah untuk perbanyakan vegetatif.

Di berbagai Negara seperti Kolombia dan Venezuela, pohon sirsak dikembangkan dengan klon, terutama melalui teknik penempelan dan penyambungan.

  1. Memilih Bibit

Bibit yang akan ditanam di kebun ataua di pot sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. berasal dari pohon induk yang baik kualitasnya.
  2. bibit mempunyai sifat asli atau identitas yang sama dengan induknya.
  3. tinggi bibit siap tanam mencapai 50-100 cm.
  4. penampilan bibit prima, terlihat dari batangnya yang kokoh berdiri dan mulus tanpa cacat.
  5. pilih bibit yang tidak bercampur dengan bibit varietas lain dan tidak menunjukkan gejala sakit.
  6. pilih bibit yang berasal dari penangkar terpercaya atau bibit bersertifikat untuk menjamin bibit tersebut termasuk kriteria unggul.
  7. Menanam di Pot

Jika tidak memiliki lahan yang cukup luas, sirsak bisa ditanam di dalam pot. Selain lahan yang terpakai relatif sempit, tabulampot sirsak juga mudah dirawat. Kunci utama keberhasilan menanam sirsak dalam pot adalah pada ketersediaan unsure hara dan air bagi tanaman. Pot yang digunakan untuk bertanam sirsak bisa berupa pot ukuran besar atau drum bekas (diameter 40-50 cm).

Adapun langkah-langkah penanaman sirsak tabulampot adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan pot dan pastikan terdapat lubang di dasarnya (± 5 lubang).
  2. Masukkan potongan genting, batu kerikil, atau batu bata.
  3. Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang matang dengan perbandingan 1:1. Jika tidak ingin repot, beli media tanam yang sudha tersedia di toko-toko sarana pertanian.
  4. Masukkan media tanam dalam pot hingga 1/3 bagian.
  5. Setelah pot dan media tanam siap, ambil bibit sirsak.
  6. Keluarkan bibit dari po/polybag. Pastikan medianya masih menyatu dengan akar.
  7. Masukkan bibit beserta medianya ke dalam pot yang sudah disediakan.
  8. Pastikan posisi bibit tepat di tengah-tengah pot. Hal ini bisa dilihat dari posisi batang di tengah pot.
  9. Tambahkan media tanam dalam pot sambil dipadatkan. Media tanam hingga mendekati bibir pot.
  10. Siram bibit secara merata. Hentikan penyiraman setelah air keluar dari dasar pot.
  11. Tempatkan tabulampot di lokasi yang agak teduh. Setelah satu minggu, sudah bisa ditata di pekarangan rumah.
  12. Menanam di Lahan

Pertumbuhan tanaman optimal akan terjadi jika ditanam langsung di tanah tanpa pot. Jika anda memiliki pekarangan yang cukup luas, ada baiknya menanam bibit sirsak langusng di tanah. Adapun tahapan penanamannya sebagai berikut :

  1. Buat lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Pastikan tanah galian dikumpulkan di samping lubang tanaman.
  2. Siapkan pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 kg. Campurkan pupuk tersebut dengan tanah galian, lalu masukkan kembali ke lubang tanam. Biarakn selama 2-4 minggu.
  3. Lepaskan bibit dari polibag dengan cara menggunting polibag perlahan-lahan agar gumpalan tanah tidak pecah dan tidak terpisah dengan akar bibit tanaman.
  4. Buat lubang tanam seukuran media bibit, lalu masukkan bibit ke dalamnya. Timbun dengan tanah galian dengan media tanam yang ada hingga bibit terbenam sampai pangkal batang. Tekan-tekan tanah timbunan agar tidak ada rongga-rongga di sekitar akar.
  5. Memelihara tanaman

Adapun pemeliharaan tanaman sirsak yang ditanam sirsak yang ditanam di pot maupun pekarangan adalah sebagai berikut.

  1. Penyiraman

Tanaman sirsak membutuhkan air sebanyak 2-3 liter per pohonnya. Untuk itu, tanaman perlu penyiraman secara teratur. Penyiraman pada pot dilakukan setiap hari. Penyiraman dihentikan jika air telah keluar dari dasar pot.

Penyiraman tanaman sirsak yang ditanam di halaman dilakukan dengan membuat gundukan tanah mengelilingi batang dengan cekungan di bagian tepinya. Diameter gundukan dibuat dengan ukuran 1 m dan cekungan sedalam 5 cm. Penyiraman gundukan dilakukan tiga hari sekali hingga air memenuhi cekungan.

  1. Pemangkasan

Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan tanpa pemangkasan bentuk, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin untuk menjaga agar pohon sirsak tetap berbatang tunggal. Pemangkasan untuk membentuk pohon tunggal ini dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyaingi pertumbuhan batang utama.

Yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan tanaman yang baik yaitu sebagai berikut.

  1. Lakukan pemangkasan pada tunas-tunas air atau tunas lemah. Tanda tunas air atau lemah yaitu pertumbuhannya cepat seperti etiolasi sehingga lemah dan biasanya tumbuh di batang-batang utama.
  2. Pangkas tunas-tunas yang tumbuh di batang utama atau cabang utama.
  3. Perhatikan keseimbangan tajuk tanaman.
  4. Pangkas cabang-cabang yang menghalangi sinar matahari masuk hingga ke batang utama, ataupun cabang yang bersilangan/tumpang tindih.

Pemangkasan dengan tujuan untuk peremajaan tanaman dilakukan setelah tanaman melewati masa berbuah. Caranya dengan memangkas cabang-cabang yang menjadi lemah setelah berbuah sehingga muncul tunas-tunas pengganti yang  lebih subur dan kekar.

  1. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman sirsak harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika tujuan utama menanam sirsak untuk diambil daunnya maka berikan pupuk untuk merangsang tumbuhnya daun. Sebaliknya, jika tujuan utama adalah untuk diambil buahnya maka pupuk yang digunakan adalah pupuk yang merangsang pembungaan dan pembentukan buah.

Oleh karena tanaman sirsak digunakan untuk membuat ramuan herbal maka sebaiknya disarankan untuk menggunakan pupuk organik. Saat ini sudah tersedia banyak pilihan pupuk organik yang beredar di pasaran. Mengenai dosis dan petunjuk penggunaannya sesuaikan dengan kemasan pupuk.

  1. Penyiangan

Penyiangan paa tanaman sirsak dibedakan antara tabulampot dan tanaman yang ditanam di pekarangan langsung. Untuk tabulampot, periksa keadaan di sekitar pot. Bila ada gulma yang tumbuh, segera cabut, lalu tanaman disiram. Sementara tanaman yang ditanam langsung di pekarangan, tanah harus dibersihkan dari gulma dalam radius 1 m dari titik tengah lubang. Hal ini terutama dilakukan pada tanaman yang baru ditanam.

  1. Perawatan Buah

Perawatan buah sirsak yang perlu dilakukan adalah penjarangan dan pembungkusan buah. Penjarangan atau pengurangan jumlah baik perlu dilakukan untuk menjaga kualitas buah dan kapasitas pohon. Caranya dengan membuang buah pentil yang bentuknya tidak normal. Dengan memotong tangkainya menggunakan gunting. Sisakan buah pentil normal serta pilih yang berada pada tangkai/cabang yang besar. Hal ini dimaksudkan agar buah mendapat pasokan nutrisi yang bagus dari pohon sehingga buah tumbuh maksimal.

Setelah dilakukan penjarangan, buah pentil yang tersisa segera dibungkus agar terhindar dari serangan ulat dan kutu putih sehingga penampilan buah tetap mulus hingga matang. Pembungkusan dapat menggunakan kertas semen, jaring berlubang agak rapat, atau plastik yang dilapisi kertas koran. Agar tidak lembap, sirkulasi udara di dalam pembungkus perlu diperhatikan.

Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah cukup tua, tetapi masih keras. Buah dianggap tua jika letak duri-durinya berjauhan dan warna buah yang sebelumnya hijau mengilap menjadi hijau kusam atau hijau kekuningan. Jika buah dipanen terlalu awal maka kualitasnya akan jelek.

  1. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang kerap menyerang sirsak adalah sebagai berikut :

  1. Penggerek Buah

Penyebab         : Annonaepestis bengalella.

Gejala              : buah rusak dan dagingnya berubah warna dari  putih menjadi hitam. Permukaan buah penuh dengan kotoran larva berwarna hitam.

Pengendalian    : lakukan pembungkusan buah. Bila terlanjur terserang, sebaiknya lakukan pengumpulan buah yang terserang, lalu bakar.

  1. Kutu Putih

Gejala              : Kutu putih bersarang di pangkal buah dan permukaan bawah daun.

Pengendalian    : semprot dengan air hingga kutu putih terlepas dari daun atau buah. Jika serangan cukup berat, semprot dengan pestisida nabati sesuai dosis anjuran.

  1. Busuk Akar

Penyebab         : Pseudosomonas solanacearum

Gejala              : akar tanaman membusuk dan berwarna kecoklatan. Akar mudah putus. Akibatnya, akan menjadi gundul dan tanaman kehilangan penangkap unsure hara.

Pengendalian    : ganti media dan campur dengan pestisida nabati pada media tanam dengan dosis yang telah ditentukan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s